Pasuruan – 9 Mei 2026, Program Studi Teknik Sipil UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali meneguhkan peran tridarma perguruan tinggi melalui kegiatan Community Development Program (CDP) yang merupakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yaitu berupa pendampingan perencanaan gedung aula pada area kantor dan ruang guru MAN 2 Pasuruan. Kegiatan ini dilaksanakan dalam kurun waktu 2 bulan dan dibagi menjadi dua tahap yaitu dengan pelaksanaan pertama pada 9 Mei 2026 dan tahap akhir berupa penyampaian hasil direncanakan pada akhir Juni 2026. Tim pelaksana terdiri atas dosen-dosen bersama beberapa mahasiswa prodi Teknik Sipil UIN Maulana Malik Ibrahim Malang .

CDP ini mengangkat semangat bahwa pembangunan infrastruktur pendidikan bukan hanya soal ruang fisik, tetapi juga tentang menghadirkan lingkungan belajar yang aman, fungsional, dan berkelanjutan bagi generasi masa depan. Dalam konteks itu, pendampingan perencanaan aula diposisikan sebagai langkah awal yang strategis untuk mendukung kebutuhan ruang representatif bagi aktivitas akademik, kelembagaan, dan pembinaan karakter di lingkungan madrasah. Pendekatan seperti ini sejalan dengan visi Prodi Teknik Sipil UIN Malang yang menekankan integrasi keilmuan teknik sipil dengan nilai-nilai Islam, serta penguatan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari pembentukan lulusan berkarakter Ulul Albab.
MAN 2 Pasuruan sendiri merupakan madrasah aliyah negeri yang berada di bawah naungan Kementerian Agama, berlokasi di lingkungan Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini, dengan alamat Jl. Ponpes Al-Yasini Areng-Areng Sambisirah, Desa Ngabar, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Sesuai profil satuan pendidikan dan laman resmi madrasah, MAN 2 Pasuruan dikenal sebagai bagian dari ekosistem pendidikan yang tumbuh dari tradisi Al-Yasini dan berkembang sebagai madrasah negeri yang melayani pendidikan menengah berbasis keislaman dan akademik. Keberadaan sekolah di kawasan pesantren ini membuat kebutuhan ruang bersama yang representatif menjadi semakin relevan, terutama untuk kegiatan rapat, pembinaan, pertemuan wali murid, dan kegiatan kelembagaan lainnya.
Sementara itu, Prodi Teknik Sipil UIN Maulana Malik Ibrahim Malang merupakan program studi yang mengembangkan keilmuan teknik sipil berintegrasi dengan Islam sebagai ciri khas akademiknya. Visi program studi ini adalah menjadi Program Studi Teknik Sipil terkemuka dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kedalaman spiritual, keluhuran akhlak, keluasan ilmu, dan kematangan profesional, sekaligus menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bernafaskan Islam. Melalui kegiatan PkM ini, dosen dan mahasiswa tidak hanya membawa kapasitas teknis, tetapi juga menghadirkan etos pelayanan akademik yang solutif, kolaboratif, dan berorientasi pada kemaslahatan.

Pada tahap awal pelaksanaan, tim melakukan koordinasi lapangan dan survei awal melalui metode pengamatan visual terhadap area yang direncanakan sebagai lokasi gedung aula, khususnya di sekitar kantor, ruang guru dan kelas diarea MAN 2 Pasuruan. Metode ini digunakan untuk memperoleh gambaran awal mengenai kondisi eksisting bangunan, tata letak kawasan, hubungan antar-ruang, kemungkinan pengembangan struktur, serta potensi kendala teknis yang perlu diperhitungkan pada tahap perencanaan lanjutan. Pengamatan visual dipandang penting sebagai dasar identifikasi awal, namun hasilnya tetap harus dibaca secara hati-hati karena belum cukup untuk menyimpulkan kapasitas elemen struktur dan kondisi tanah secara menyeluruh.
Dalam perencanaan teknis, tim mengarahkan agar rancangan gedung aula nantinya mengacu pada standar nasional yang relevan, terutama SNI 1727 untuk beban minimum perancangan bangunan gedung, SNI 1726 untuk ketahanan gempa bangunan gedung, SNI 2847 untuk persyaratan beton struktural, serta ketentuan penyelidikan tanah dan perencanaan pondasi sesuai kebutuhan bangunan yang akan dikembangkan. Dengan demikian, pendampingan tidak berhenti pada gagasan bentuk bangunan, tetapi mendorong proses perencanaan yang bertanggung jawab, terukur, dan berlandaskan prinsip keselamatan struktur. Hal ini penting mengingat gedung aula termasuk fasilitas dengan potensi beban berkumpul yang tinggi, sehingga aspek keamanan, kenyamanan, dan keandalan struktur harus menjadi prioritas sejak awal.
Tim CDP juga menegaskan bahwa studi lebih lanjut tetap diperlukan setelah desain dari kegiatan CDP ini ditetapkan. Studi lanjut diantaranya adalah pemeriksaan non-destructive test (NDT) pada elemen beton apabila terdapat bangunan atau struktur eksisting yang akan dipertimbangkan dalam pengembangan, serta pemeriksaan tanah sesuai kebutuhan perencanaan untuk mengetahui karakteristik lapisan tanah, daya dukung, dan rekomendasi sistem pondasi yang paling tepat. Rekomendasi ini menunjukkan bahwa proses perencanaan infrastruktur pendidikan harus dibangun di atas data yang memadai, bukan semata asumsi lapangan, agar hasil akhirnya benar-benar aman dan layak dilaksanakan.
Tahap akhir kegiatan yang dijadwalkan pada akhir Juni 2026 akan difokuskan pada penyampaian hasil pendampingan kepada pihak MAN 2 Pasuruan, termasuk rekomendasi teknis awal dan arahan tindak lanjut yang dapat digunakan sebagai dasar pengembangan perencanaan gedung aula. Melalui pola dua kali pelaksanaan ini, Prodi Teknik Sipil UIN Malang menunjukkan model pengabdian yang tidak sekadar seremonial, melainkan hadir dalam alur kerja yang nyata: mendengar kebutuhan mitra, membaca kondisi lapangan, menyusun arahan teknis, lalu menyerahkan hasil secara bertanggung jawab.

Kegiatan ini juga menjadi contoh baik bagaimana kolaborasi dosen dan mahasiswa dapat memberi dampak langsung bagi masyarakat pendidikan. Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap kualitas sarana pendidikan, keselamatan bangunan, dan tata kelola infrastruktur yang lebih adaptif, CDP seperti ini menjadi sangat relevan karena menghadirkan ilmu teknik sipil sebagai solusi yang membumi dan dapat dirasakan manfaatnya secara langsung. Semangat inilah yang patut terus diperluas: kampus hadir bukan hanya untuk mengajar di kelas, tetapi juga untuk membersamai kebutuhan riil masyarakat dengan pengetahuan yang terstandar, beretika, dan visioner.
Prodi Teknik Sipil UIN Malang mengajak sivitas akademika, mitra pendidikan, dan masyarakat luas untuk terus mendukung kolaborasi pengembangan infrastruktur pendidikan yang aman, inklusif, dan berkelanjutan, agar setiap ruang belajar yang dibangun benar-benar menjadi tempat tumbuhnya generasi berilmu, berakhlak, dan siap menjawab tantangan zaman.